LAPAK DESA

(Tetap Produktif Menghadapi COVID)

LaDes (Lapak Desa) sebuah platform yang dikembangkan untuk ikut berkontribusi melawan pandemi COVID-19 yang saat ini kian menyebar. Salah satu penyebab penyebarannya melalui kontak fisik yang di lakukan masyarakat sehari-hari.

Kini sudah ada kebijakan dari pemerintah pusat hingga daerah untuk membatasi interaksi sosial melalui kebijakan Social & Distancing atau PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar), namun nyatanya kebijakan yang dibuat tidak maksimal untuk menghentikan masyarakat melakukan aktivitas sosial secara langsung di luar rumah. Di sisi lain juga masyarakat dilema karena banyak masyarakat yang memiliki profesi yang bergantung dengan aktivitas di luar rumah, pedagang dan ojek misalnya. Berangkat dari kecemasan dan keprihatinan akan situasi yang saat ini kita hadapi, kami mengembangkan sebuah platform yang dapat menjadi alternatif penanganan kebutuhan pokok masyarakat (beras, telur, minyak dsb) melalui virtual market yang tersedia di dalam platform yang sudah terhubung dengan pedagang di tingkat desa dan juga dapat efektif menjadi media edukatif kepada masyarakat tentang informasi perkembangan terkait COVID-19 dan aktivitas desa yang dapat di sebarkan melalui platform ini. Platform ini juga menyediakan fasilitas pengaduan masyarakat untuk melaporkan keluhan, masalah dan informasi lainnya terkait penanganan COVID-19. Bismillah, semoga platform ini sedikit tidak dapat berkontribusi penanganan COVID-19 di Indonesia sehingga Ramadhan ini kita dapat menjalankan ibadah tanpa kekhawatiran dengan Virus Corona.

Lades (Lapak Desa) adalah platform berbasis Web & Aplikasi yang di kembangkan untuk mitigasi masyarakat secara partisipatif dalam menghadapi pandemic Corona. Ada 2 tujuan utama platform lades ini di kembangkan. Pertama, sebagai virtual market untuk mendorong keberlanjutan bisnis pedagang lokal di tingkat desa dan men support kebutuhan ekonomi masyarakat yang saat ini terkendala dengan adanya masalah Virus Corona dan kebijakan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) yang di putuskan pemerintah. Kedua, menjadi media informatif masyarakat untuk dapat tetap menerima update informasi pemerintah dan untuk mempermudah pemerintah dari tingkat desa hingga provinsi dalam penyebaran informasi ke masyarakat.